Mengenai Saya

Foto Saya
Herry - Juliansyah
Aq hanyalah manusia biasa yang ingin terus berusaha untuk belajar, menggapai impian.

Rabu, 29 Agustus 2018

Allah sudah bosan dengan sampeyan ?

Seorang tukang tambal panci bocor bertanya pada seorang Ustadz di kampung yang jadi salah satu langganannya.

"Pak ustad, kenapa ya saya kok merasa susah dan penuh masalah. Cari rizki sulit, cari pekerjaan susah, pokoknya amburadul hidup saya.

Saya juga merasa jenuh dengan hidup saya yang begini begini aja..! Terasa hambar, tak ada arahnya, dan tak ada nikmatnya. Bosan saya ustadz. Saya ingin bahagia tapi kenapa susah sekali ya?"

"Oooo..! Mungkin saat ini Allah juga lagi BOSAN dengan sampean."

"Hahh! Allah bosan dengan saya ? Maksudnya bagaimana ustadz?", tanya si tukang tambal panci bocor itu

"Mungkin Allah capek mencari sampean mas, Sebab dicari kesana kemari tapi sampean tak pernah ditemukan."

Setelah berhenti sejenak, ustadz tersebut melanjutkan,

"Sampean dicari oleh Allah diantara kumpulan orang yang sholat berjamaah di masjid, tidak ada.

Dicari di antara kumpulan DHUHA, sampean juga tak ada.

Dicari di antara kumpulan TAHAJJUD juga tak ada
Dicari di antara kumpulan PUASA Sunah yo sama sekali ga ada

Dicari di antara kumpulan SEDEKAH juga tak kelihatan batang hidungmu

Dicari di antara kumpulan TADARUSAN Qur'an, sampean juga tak nampak di sana.

Dicari di antara kumpulan orang orang yang UMROH, niat pun sampean tidak punya.

Tukang tambal panci bocor itu diam menunduk, ia merasa seperti ada sesuatu yang menohok relung hatinya.

Si ustadz kampung melanjutkan...

"Sampean dicari Allah di antara orang-orang yang tepat waktu SHOLATNYA, sampean juga tak ada. Malah sholat sampean kerjakan paling belakang dibanding aktivitas lainnya.

Memangnya siapa yang ngasih waktu dan umur pada sampean??

Dicari di antara Ahli SHOLAWAT pun tak ada.

Dicari di antara yang MENUNTUT ILMU (agama/ pengajian/ ta'lim), Yo blas ga ada!

Dicari diantara orang yang mengamalkan dan menegakkan SILATURRAHIM, sampean tidak ada juga sampeyan sok sibuk... sok repot... ngutak-ngatik yang kurang manfaat

Terus Allah mau mencari sampean dimana lagi? Coba sampean beritahu..!

Tukang tambal panci bocor itu diam. Palu yang yang asalnya dia pukul-pukulkan ke body panci mendadak berhenti

"Bicaralah... Ayo ngomong, jangan diam aja sekarang', " ucap ustadz kampung itu

Maka menangislah si tukang tambal panci bocor tadi. Sambil mengusap airmatanya yang bercucuran, seperti cucuran air hujan yang meresap lewat genteng bocor, ia lalu berkali kali Istighfar.

"Astagfirullahaladzim ya Allah Ustadz....saya tobat ....saya sadar. Tobattt

"Hidup itu sederhana, mas"...
"Kalau kita memprioritaskan Allah..., Dia pun pasti memprioritaskan kita."

...Monggo koreksi diri, mumpung masih ada waktu..._ ⏱
termasuk koreksi untuk diri saya sendiri.๐Ÿ˜‡

Share jika bermanfaat๐Ÿ™


»»  Baca Selengkapnya

Sabtu, 25 Agustus 2018

Tergelincir Karena Kesombongan

Nu'man bin Tsabit atau yang biasa kita kenal dengan Abu Hanifah, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).

Sang Imam berkata :
"Hati-hati Nak ,dengan sepatu kayumu itu, jangan sampai kau tergelincir."

Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

"Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?" tanya si bocah.

"Nu'man namaku," Jawab sang imam.

"Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a'dhom. (Imam agung) itu?"
Tanya si bocah.

"Bukan aku yang memberi gelar itu, masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku."

"Wahai Imam, hati - hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar...!
"Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan mu ke dalam api neraka yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya."

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis.

Imam Abu Hanifah (Hanafi) bersyukur.
Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena kemaqoman, tertipu karena status sosial.

Jangan sampai kita tergelincir. . .
jadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial dan kebesaran di dunia.

Sepasang tangan yang menarikmu kala terjatuh lebih harus engkau percayai dari pada seribu tangan yang menyambutmu kala tiba di puncak kesuksesan.

Sahabat yang baik adalah lentera di kegelapan,
kadang cahayanya baru terasa ketika dunia gelap.

Semoga bermanfaat.


»»  Baca Selengkapnya

Menyindir Diri Sendiri

Ini tulisan Aa Gym yang ringan, tapi maknanya besar dan bener banget 


​MENYINDIR DIRI  SENDIRI
Oleh : Abdullah Gymnastiar (A'a Gym) 

Tidak tua
Tidak muda
Tidak laki-laki
Tidak perempuan
Kalau sudah taruh HP ditinggal sebentar dilihat lagi, ditutup sebentar dibuka lagi..... 

Semua sayang banget sama yang namanya HP,
Bepergian ngantongi HP,
Kumpul-kumpul sama teman bawa tas isinya HP,
Sehari HP bisa keluar masuk dari tas atau saku kemeja lebih dari lima puluh kali .

Habis mandi lihat hp
Habis nyapu lihat hp
Habis masak lihat hp
Habis nyuci lihat hp
Habis makan lihat hp
Habis kedatangan tamu lihat hp
Habis bangun tidur lihat hp
Tengah malam terjaga lihat HP.

Pokoknya asal habis apa saja yang di lihat HP...
Karena setianya sama HP pulsa tinggal sedikit cepat-cepat dibelikan
Lowbatt satu strip bingung cari colokan listrik ,
Sinyalnya lemah bingung cari tempat,
Apa lagi kalau pas lowbatt listrik mati lagi, PLN yang di umpat .. .. .. 
Dipanggil suami/ istri pura-pura tidak dengar,
HPnya bunyi langsung lari mencari di mana hp ditaruhnya tadi.

Pokoknya kalau sudah selesai acara apa saja yang di cari HP...
Kalau perempuan, namanya Nokia Binti Samsung
Kalau laki-laki, namanya Sony Bin Lenovo.
Semoga saya tidak ketularan seperti itu.

Yang merasa seperti itu jangan senyam senyum sendiri...
Nanti suami/ istri kita tidak paham dengan sikap kita..

DO'A UNTUK HP
YA ALLAH, ampuni dosa-dosa saya yang mempunyai HP ini YA ALLAH

Karena saya :                                               
1. Lebih banyak NGISI PULSA daripada SEDEKAH ...
2. Lebih banyak baca SMS/ WA/ FB/ BB daripada baca Al Quran
3. Lebih sering update status daripada update amal sholih kepadamu YA ALLAH...
4. Lebih sering buka BLUETOOTH daripada BERLUTUT SUJUD... 
5. Sering TELPON tapi jarang SILATURAHIM.... 
6. Isi pulsa 10.000 tidak puas, tapi isi KOTAK AMAL 10.000 aja merasa kebanyakan banget.... 
7. kalau dengar HP bunyi langsung buru-buru angkat sama cengar cengir, tapi pas suara ADZAN dikumandangkan malah santai INTERNETAN..

Ya ALLAH semoga.. Allah mengampuni dosa-dosa saya yang punya HP ini...
Dan semoga HP yang saya punya ini semoga bermanfaat buat sarana IBADAH kepadaMu YA ALLAH...
Dan semoga Teman-teman saya yang seperti saya juga ALLAH AMPUNI dosa-dosanya YA, YA ALLAH... 

Aamiin..

Edisi bukan nyindir, tapi mengingatkan diriku sendiri

terimakasih dan mohon maaf bila ada yang tersinggung.. saya juga sama tersinggung, hanya untuk renungan lembut tapi nyata...

Semoga bermanfaat.
Boleh di SHARE ๐ŸŽญ๐Ÿฆ€๐Ÿ‘

Abdullah Gymnastiar
»»  Baca Selengkapnya

Kamis, 23 Agustus 2018

Dari Mata Turun Kehati

Hai Sobat Herry Islam, kali ini saya akan menshare cerpen islam ni. cerpen nya bagus. mudah-mudahan jadi bacaan yang bermanfaat. seperti apa sih cerpen nya. Yuk langsung aja

Matahari telah tergelincir. Seorang lelaki terlihat bersegera menuju masjid ketika adzan zuhur dikumandangkan dari sebuah masjid kampus. Lelaki itu berwudhu dan menunaikan shalat nawafil. Lalu ia menjadi makmum di shaff terdepan. Shalat wajib ia laksanakan dengan ruku’ dan sujud yang sempurna. Setelah shalat tak lupa ia memuji nama Tuhannya dan memanjatkan doa untuk dirinya, ibu, ayahnya dan untuk ummat Muhammad saw yang sedang berjihad fii sabilillah.

Sebelum menuju kelas untuk kuliah, lelaki itu menyempatkan diri bersalam-salaman dengan beberapa jamaah lain. Dengan raut wajah yang bersahaja, ia sedekahkan senyum terhadap semua orang yang ditemuinya. Ucapan salam pun ditujukannya kepada para akhwat yang ditemuinya di depan masjid.

Lelaki yang bernama Ali itu kemudian segera memasuki ruang kelasnya. Ia duduk di bangkunya dan mengeluarkan buku berjudul “Langitpun Terguncang’. Buku berisi tentang hari akhir itu dibacanya dengan tekun. Sesekali ia mengerutkan dahi dan dan sesekali ia tersenyum simpul.

Ali sangat suka membaca dan meyukai ilmu Allah yang berhubungan dengan hari akhir karena dengan demikian ia dapat membangkitkan rasa cinta akan kampung akhirat dan tidak terlalu cinta pada dunia. Prinsipnya adalah “Bekerja untuk dunia seakan hidup selamanya dan beribadah untuk akhirat seakan mati esok.”

Sejak setahun belakangan ini, Ali selalu berusaha mencintai akhirat. Sunnah Rasululah saw ia gigit kuat dengan gigi gerahamnya agar tak terjerumus kepada bid’ah. Ali selalu menyibukkan diri dengan segala Islam. Ia sangat membenci sekularisme karena menurutnya, sekulerisme itu tidak masuk akal. Bukankah ummat Islam mengetahui bahwa yang menciptakan adalah Allah swt, lalu mengapa mengganti hukum Tuhannya dengan hukum ciptaan dan pandangan manusia? Bukankah yang menciptakan lebih mengetahui keadaan fitrah ciptaannya?

Allah swt yang menciptakan, maka sudah barang tentu segala sesuatunya tak dapat dipisahkan dari hukum Allah. Katakan yang halal itu halal dan yang haram itu haram, karena pengetahuan yang demikian datangnya dari sisi Allah.

Sementara Ali membaca bukunya dengan tekun, dua mahasiswi yang duduk tak jauh dari Ali bercakap-cakap membicarakan Ali. Mereka menyayangkan sekali, Ali yang demikian tampan dan juga pintar, namun belum mempunyai pacar, padahal banyak mahassiwi cantik di kampus ini yang suka padanya. Tapi tampaknya Ali tidak ambil peduli. Sikapnya itu membuat para wanita menjadi penasaran dan justru banyak yang ber-tabarruj di hadapannya. Kedua wanita itu terus bercakap-cakap hingga lupa bahwa mereka telah sampai kepada tahap ghibah.

Ali memang tak mau ambil pusing tentang urusan wanita karena ia yakin jodoh di tangan Allah swt. Namun tampaknya iman Ali kali ini benar-benar diuji oleh Allah SWT.

Ali menutup bukunya ketika dosen telah masuk kelas. Tampaknya sang dosen tak sendirian, di belakangnya ada seorang mahasiswi yang kelihatan malu-malu memasuki ruang kelas dan segera duduk di sebelah Ali. Ali merasa belum pernah melihat gadis ini sebelumnya. Saat dosen mengabsen satu persatu, tahulah Ali bahwa gadis itu bernama Nisa.

Tanpa sengaja Ali memandang Nisa. Jantungnya berdegup keras. Bukan lantaran suka, tapi karena Ali selalu menundukkan pandangan pada semua wanita, sesuai perintah Allah SWT dalam Al Qur’an dan Rasulullah saw dalam hadits. “Astaghfirullah…!”, Ali beristighfar.
Pandangan pertama adalah anugerah atau lampu hijau. Pandangan kedua adalah lampu kuning. Ketiga adalah lampu merah. Ali sangat khawatir bila dari mata turun ke hati karena pandangan mata adalah panah-panah iblis.

***

Pada pertemuan kuliah selanjutnya, Nisa yang sering duduk di sebelah Ali, kian merasa aneh karena Ali tak pernah menatapnya kala berbicara. Ia lalu menanyakan hal itu kepada Utsman, teman dekat Ali. Mendengar penjelasan Utsman, tumbuh rasa kagum Nisa pada Ali.

“Aku akan tundukkan pandangan seperti Ali”, tekad Nisa dalam hati.

Hari demi hari Nisa mendekati Ali. Ia banyak bertanya tentang ilmu agama kepada Ali.

Karena menganggap Nisa adalah ladang da’wah yang potensial, Ali menanggapi dengan senang hati.

Hari berlalu… tanpa sengaja Ali memandang Nisa. Ada bisikan yang berkata, “Sudahlah pandang saja, toh Nisa itu tidak terlau cantik.. Jadi mana mungkin kamu jatuh hati pada gadis seperti itu” Namun bisikan yang lain muncul, “Tundukkan pandanganmu. Ingat Allah! Cantik atau tidak, dia tetaplah wanita.” Ali gundah. “Kurasa, jika memandang Nisa, tak akan membangkitkan syahwat, jadi mana mungkin mata, pikiran dan hatiku ini berzina.”

Sejak itu, Ali terus menjawab pertanyaan-pertanyaan Nisa tentang agama, tanpa ghadhul bashar karena Ali menganggap Nisa sudah seperti adik… , hanya adik.

Ali dan Nisa kian dekat. Banyak hal yang mereka diskusikan. Masalah ummat maupun masalah agama. Bahkan terlalu dekat…

Hampir setiap hari, Ali dapat dengan bebas memandang Nisa. Hari demi hari, minggu demi minggu, tanpa disadarinya, ia hanya memandang satu wanita, NISA! Kala Nisa tak ada, terasa ada yang hilang. Tak ada teman diskusi agama…, tak ada teman berbicara dengan tawa yang renyah.., tak ada…wanita. DEG!!! Jantung Ali berdebar keras, bukan karena takut melanggar perintah Allah, namun karena ada yang berdesir di dalam hati…karena ia… mencintai Nisa.

Bisikan-bisikan itu datang kembali… “Jangan biarkan perasaan ini tumbuh berkembang. Cegahlah sebisamu! Jangan sampai kamu terjerumus zina hati…! Cintamu bukan karena Allah, tapi karena syahwat semata.”
Tapi bisikan lain berkata, “Cinta ini indah bukan? Memang indah! Sayang lho jika masa muda dilewatkan dengan ibadah saja. Kapan lagi kamu dapat melewati masa kampus dengan manis. Lagipula jika kamu pacaran kan secara sehat, secara Islami.. ‘Tul nggak!”

Ali mengangguk-anggukkan kepalanya. “Manalah ada pacaran Islami, bahkan hatimu akan berzina dengan hubungan itu. Matamu juga berzina karena memandangnya dengan syahwat. Hubungan yang halal hanyalah pernikahan. Lain itu tidak!!! Bukankah salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mengubur zina?”, bisikan yang pertama terdengar lagi.

Terdengar lagi bisikan yang lain, “Terlalu banyak aturan! Begini zina, begitu zina. Jika langsung menikah, bagaimana bila tidak cocok? Bukankah harus ada penjajakan dulu agar saling mengenal! Apatah lagi kamu baru kuliah tingkat satu. Nikah susah!”

Terdengar bantahan, “Benci karena Allah, cinta karena Allah. Jika pernikahanmu karena Allah, Insya Allah, Dia akan ridho padamu, dan akan sakinah keluargamu. Percayalah pada Tuhan penciptamu! Allah telah tentukan jodohmu. Contohlah Rasululah SAW, hubungan beliau dengan wanita hanya pernikahan.”

Bisikan lain berkata. “Bla.., bla.., Ali,… masa muda.., masa muda…, jangan sampai dilewatkan, sayang lho!”

Ali berpikir keras. Kali ini imannya benar-benar dilanda godaan hebat. Syetan telah berhasil membujuknya dengan perangkapnya yang selalu sukses sepanjang zaman, yaitu wanita.

Ali mengangkat gagang telepon. Jari-jarinya bergetar menekan nomor telepon Nisa. “Aah.., aku tidak berani.” Ali menutup telepon.
Bisikan itu datang lagi, “Menyatakannya, lewat surat saja, supaya romantis…!” “Aha! Benar! “ Ali mengambil selembar kertas dan menuliskan isi hatinya. Ia berencana akan menitipkannya pada teman dekat Nisa. Jantung Ali berdebar ketika dari kejauhan ia melihat Nisa terlihat menerima surat dari temannya dan membaca surat itu.

***

Esoknya, Utsman mengantarkan surat balasan dari Nisa untuk Ali, sembari berkata, “Nisa hari ini sudah pakai jilbab, dia jadi cantik lho. Sudah jadi akhwat!”

Ali terkejut mendengarnya, namun rasa penasarannya membuatnya lebih memilih untuk membaca surat itu terlebih dahulu daripada merenungi ucapan Ustman tadi. Ali membaca surat itu dengan sungguh-sungguh. Ia benar-benar tak menyangka akan penolakan yang bersahaja namun cukup membuatnya merasa ditampar keras. Nisa menuliskan beberapa ayat dari Al Qur’an, isinya :

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nuur : 30)

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.”(QS. Al Mu’minuun : 19).

Ali menghela nafas panjang… Astaghfirullah… Astaghfirullah… Hanya ucapan istighfar yang keluar dari bibirnya. Pandangan khianatku sungguh terlarang. Memandang wanita yang bukan muhrim. Ya Allah… kami dengar dan kami taat. Astaghfirullah… [SOA]

(Judul asli: "Kala Iman Tergoda", dengan revisi. Pernah diterbitkan di Bulletin Biru SMUNSA Bogor No. 01/I/23 Shafar 1421 H)
»»  Baca Selengkapnya

Kamis, 19 April 2018

Surat Ar-Rahman

Hai sobat blognya herry. Gimana kabarnya, tentu dalam keadaan baik kan. Sobat blognya herry, Kali ini blognya herry memposting tentang SURAT AR-RAHMAN


Didalam Surat Ar-Rahman ada pengulangan satu ayat yg berbunyi :

ูَุจِุฃَูŠِّ ุขู„ุงุกِ ุฑَุจِّูƒُู…َุง ุชُูƒَุฐِّุจَุงู†ِ
ِFabiayyi aala 'i rabbi-kumaa tukadzdzibaan
Artinya : 
Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang 'Kamu Dustakan'?"

⭕Kalimat ini diulang-ulang sebanyak 31x oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Apa gerangan makna kalimat tersebut ?

⭕Setelah Allah menguraikan beberapa nikmat yang dianugerahkan kepada kita, lalu Allah bertanya :
"Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang Kamu Dustakan'?"

⭕Menarik untuk diperhatikan bahwa Allah menggunakan kata "DUSTA", bukan kata "INGKAR"

Hal ini menunjukkan bahwa Nikmat yang Allah berikan kepada manusia itu tidak bisa diingkari.
Yang sering dilakukan manusia adalah 'Men-Dustakan' NYA.

*⭕Dusta berarti 'Menyembunyikan Kebenaran'.*

Manusia sebenarnya tahu bahwa mereka telah Diberi Nikmat' oleh Allah, tapi mereka 'menyembunyikan Kebenaran itu, sehingga mereka

MENDUSTAKANNYA !

⭕Bukankah kalau kita mendapat rezeki banyak, kita katakan bahwa itu karena hasil dari 'Kerja Keras' kita???

⭕Kalau kita berhasil meraih gelar Sarjana S1/S2 bahkan S3, itu karena 'Otak Kita' yang cerdas???

⭕Kalau kita sehat, jarang sakit, itu karena 'kepiawaian kita', kita 'Pandai Menjaga' Pola Makan & Rajin ber-Olah Raga, dsb.

⭕Semua nikmat yang kita peroleh seakan-akan hanya karena usaha kita, tanpa sadar,kita telah melupakan Peranan Allah,

» Kita sepelekan kehadiran Allah pada semua keberhasilan yang kita raih.
» kita dustakan bahwa sesungguhnya nikmat itu semuanya datang dari Allah.

"Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang Kamu dustakan ?"

✅Kita telah bergelimang kenikmatan :
» Harta,
» Pasangan Hidup,
» Anak2 yang telah kita miliki

Semua Nikmat itu akan Ditanya pada Hari Kiamat Kelak

⭕"Sungguh kamu pasti akan ditanya pada hari itu akan 'Nikmat' yang kamu peroleh saat ini"(QS At-Takatsur : 8)

✅Sudah siapkah kita menjawab & Mempertanggung Jawabkannya

⭕"Dan jika kamu menghitung Nikmat2 Allah, niscaya kamu tidak akan sanggup menghitungnya. (QS An-Nahl : 18)

*✅Tidak patutkah kita bersyukur kepada-NYA?*
» Ucapkan Alhamdulillah,
» Berhentilah mengeluh, apalagi membanggakan diri
» dan Jalani Hidup ini dengan ikhlas, tawadhu sebagai bagian dari 'Rasa Syukur' kita.

Semoga bermanfa'at
»»  Baca Selengkapnya

Jumat, 30 Maret 2018

Waspada Dengan Angin Duduk

Pada suatu ketika dimana "Nabi Allah Sulaiman a.s" duduk di Singgasana,
maka datang 'satu Angin' yang cukup besar, maka bertanya "Nabi Allah Sulaiman" : "Siapakah engkau. . . ??

Maka dijawab oleh Angin tersebut : "Akulah 'Angin Rihul Ahmar' dan Aku bila memasuki Rongga Anak Adam, maka Lumpuh, keluar Darah dari Rongga Hidung dan apabila aku memasuki Otak Anak Adam, maka menjadi Gilalah Anak Adam. . ."

Maka diperintahkan oleh "Nabi Sulaiman a.s", supaya membakar Angin tersebut, maka berkatalah, 'Rihul Ahmar' kepada "Nabi Sulaiman a.s" bahwa :
"Aku Kekal sampai hari Kiamat tiba, tiada Sesiapa yang dapat membinasakan Aku melainkan Allah SW T."

Lalu 'Rihul Ahmar' pun menghilang.

Diriwayatkan bahwa : Cucu "Nabi Muhammad SAW", terkena *'Rihul Ahmar'*sehingga keluar Darah dari Rongga Hidungnya.

Maka datang Malaikat Jibril kepada "Nabi SAW" dan bertanyalah "Nabi" kepada Jibril.

Maka menghilang sebentar, lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan 'Do'a Rihul Ahmar' kepada "Nabi SAW", kemudian
dibaca 'Do'a' tersebut kepada Cucunya dan dengan sekejap Cucu Rasulullah sembuh dengan serta merta.

Lalu "Nabi SAW" bersabda :
"Bahwa barangsiapa membaca 'Do'a Stroke / Do'a Rihul Ahmar', walaupun sekali dalam seumur hidupnya, maka akan dijauhkan dari Penyakit 'ANGIN AHMAR atau STROKE'."

Do'a agar dijauhkan/terhindar dari 'Angin Ahmar dan Penyakit Kronis', sbb. :

ุงู„ู„ู‡ู… ุฅู†ูŠ ุฃุนูˆุฐุจูƒ ู…ู† ุงู„ุฑูŠุญ ุงู„ุฃุญู…ุฑ ูˆุงู„ุฏู… ุงู„ุฃุณูˆุฏ ูˆุงู„ุฏุงุก ุงู„ุฃูƒุจุฑ


"Allohumma innii a'uudzubika minar riihil ahmar, wad damil aswad, wad daail Akbar."

Artinya :
"Yaa Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari Angin Merah dan dari Darah Hitam (stroke) dan dari Penyakit Berat."

'Riihul Ahmar' biasa masuk pada saat seseorang Tidur Bakda Ashar hingga waktu Isya'.

Maka hindarilah tidur diwaktu itu Sekantuk / Secapek apapun. . . silahkan dirasakan sendiri perbedaan tidur tengah hari (siang), Bakda Ashar & malam hari pada saat bangun dari tidur waktu² tsb.

Sampaikanlah ke Keluarga, Sahabat kita yang kita sayang, agar kita semua  terhindar dari 'STROKE'.
Insya' Allah. . . Aamiin

Rosullullah S.A.W bersabda :
Barang siapapun yg mau menyampaikan satu ilmu saja dan ada orang lain mau mengamalkannya,
Maka.....!! walaupun yg menyampaikannya sudah tiada / mati , ia akan tetap mendapatkan pahala terus menerus......!!

Semoga yg bagikan Dan berkomentar Aamiin dijauhkan Dari segala penyakit, di beri sehat wal'afiat, rezekinya melimpah ruah, Dan keluarga nya bahagia dan senantiasa dalam Balutan Sehat Wal A'fiat. . . !!! Komentar Aamiin...

Aamiin Yaa Rabbal'alamiin..
»»  Baca Selengkapnya

Minggu, 25 Maret 2018

Sunahnya Tidur Siang dan Manfaatnya

Tidur siang ternyata perkara Sunnah loh. Dalil yang menganjurkan tidur qailulah (tidur siang) adalah hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ใ…ค

ู‚ِูŠْู„ُูˆْุง ูَุฅِู†َّ ุงู„ุดَّูŠَุงุทِูŠْู†َ ู„ุงَ ุชَู‚ِูŠْู„ُ


Artinya :
Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.
(HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb 1: 12; Akhbar Ashbahan, 1: 195, 353; 2: 69. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1647).

Dalam ‘Umdah Al-Qari sebagaimana disebutkan dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 34: 130, hukum tidur qailulah adalah sunnah.

Menurut penilaian ulama berarti tidur siang itu tidak wajib. Artinya tidak sampai berdosa kalau ditinggalkan, tinggal siapa yang mampu dan punya kesempatan menunaikannya.

Waktu Tidur siang. Imam Al-‘Aini mengatakan bahwa yang dimaksud adalah tidur di tengah siang. Sedangkan Al-Munawi mengatakan bahwa qoilulah adalah tidur di tengah siang ketika zawal (matahari tergelincir ke barat), mendekati waktu zawal atau bisa jadi sesudahnya. (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 34: 130)

Manfaat tidur qailulah ?
Imam Asy-Syirbini Al-Khatib menyatakan bahwa tidur qailulah adalah tidur sebelum zawal (matahari tergelincir ke barat). Ibaratnya itu seperti sahur bagi orang yang berpuasa. (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 34: 130). Berarti tidur siang ini akan semakin menguatkan aktivitas ibadah.

Menurut Sara C. Maednick, seorang ahli tidur mengatakan manfaat luar biasa untuk tubuh yang lebih sehat bisa didapatkan dari tidur siang selama 15 sampai 20 menit. Menurut banyak pakar, waktu ini menjadi paling ideal untuk tubuh mengisi energi.
ใ…ค
Berikut manfaat tidur siang yang jarang diketahui banyak orang.
  1. Meningkatkan memori
  2. Menurunkan tekanan darah
  3. Redam stres. Tidur siang selama 20 menit dapat berefek menenangkan saraf sekaligus menurunkan hormon stres yang dapat mengganggu tekanan darah dan denyut jantung.
  4. Perbaiki fungsi jantung
Sumber : I.G : Love Islam.id
»»  Baca Selengkapnya

Jumat, 16 Juni 2017

Daftar Isi


»»  Baca Selengkapnya

template for herry-islam picture

»»  Baca Selengkapnya

Rabu, 28 Desember 2016

Larangan Meniup Minuman/ Makanan dalam Islam

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhori, Rasulullah Muhammad Saw pernah bersabda kepada umat muslim :



Apabila kalian (sedang) minum, maka jangan bernapas di dalam gelas, dan saat membuang hajat, maka jangan sentuh kemaluan menggunakan tangan kanan.

Hadis tersebut memberikan indikasi bahwa kita tidak boleh meniup atau bernafas di dalam gelas. Saat ini, banyak sekali orang yang meniup makanan dan minuman panas. Hal ini wajar mengingat apa yang kita masukkan ke dalam mulut kita sangat panas dan mungkin saja kita tidak bersabar untuk segera mengonsumsinya.

Sayangnya, kebiasaan ini justru dilarang oleh Nabi Muhammad Saw. Lalu, apa alasannya? Tentu, Rasulullah tidak memberikan alasan terperinci, tetapi beliau melarang kita, berarti itu menjadi bagian dari sunah apabila kita menjalaninya.

»»  Baca Selengkapnya